Oleh: alislami | Mei 28, 2010

Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

Korupsi, pencurian, suap atau apapunlah namanya yang intinya memakan sesuatu yang bukan haknya alias haram pasti akan berdampak besar bagi pelakunya. Entah dampak itu ia rasakan di dunia maupun di akherat kelak.
Dampak didunia bagi yang melakukan orang kaya berbeda dengan apa yang dilakukan orang miskin. Banyak sekali contoh di negeri ini, pembaca pasti sudah tahu siapa-siapa mereka. Mulai dari yang suka balap sepeda, yang suka karoke di rutan bahkan yang suka mengatur sepak bola di negeri ini. Bandingkan dengan rakyat jelata yang hanya mencuri ayam, buah semangka, biji kakao.
Hidup didunia memang banyak sekali ujian dan cobaanya, orang miskin akan diuji dengan kekurangannya, ketika anak sakitlah, anak butuh biaya sekolah lah dsb. Sementara orang kaya akan diuji dengan hartanya, kemana akan dia belanjakan hartanya. Untuk bersenang-senangkah, ke cafe, diskotik, wanita, dan hura-hura.
Maka dari itu, hati-hatilah dengan apa yang diamanhkan kepada kita, jangan sampai nila setitik merusak susu sebelanga. Kejahatan kita yang kecil, hanya mengambil sesuatu barang yang nilainya tidak seberapa pada akhirnya menghancurkan diri dan kehidupan kita. Apalagi kita menanggung keluarga kita, orang tua kita, adik-adik kita. Begitu banyak orang yang akan terkena dampak perbuatan kita.
Sebagai contoh, ditempat saya bekerja telah terjadi pencurian yang dilakukan oleh salah satu pekerja harian dan berhasil ditangkap oleh pihak keamanan. Orang tersebut langsung diadili dan di pecat oleh perusahaan. Dia hanya orang kecil yang kehidupannya sangat bergantung kepada pendapatnnya dari perusahaan. Bagaimana nasib keluarganya, anak-anaknya yang masih sekolah, smentara untuk mencari pekerjaan baru dengan status tersebut akan sangat sulit baginya, apalagi keahlian yang dimiliki sangat terbatas sekali.
Sebagai pelajaran dan nasihat bagi kita, sebelum kita terlupakan dengan berbagai macam urusan keduniawian yang sampai melupakan akibat-akibat dari perbuatan yang kita lakukan maka berhati-hatilah kita. Jangan sampai Nila Setitik Merusak Susu Sebelanga…

Iklan
Oleh: alislami | Mei 28, 2010

Pelajaran Indah Dari Anakku

Tiga bulan sudah anakku usianya, semakin lucu dan menyenangkan hati. Di usianya yang ketiga, anakku mulai belajar membalikkan badan serta mengangkat kepalanya. Sesekali aku bantu, karena aku kasihan dia menangis tak mampu membalikkan badannya. Setiap hari kubersamanya, bercanda dan merawatnya. Hingga suatu sore itu, ketika aku sedang bercanda dengannya, sedangkan dia mulai belajar membalikkan badan, ternyata ada sebuah pelajaran berharga yang patut kita renungkan bersama.
Subhanalloh, ternyata kehidupan ini tidak semudah yang ku kira. Ternyata kehidupan ini dimulai dari sebuah pembelajaran. Ketika kita kecil kita mulai belajar membalikkan badan kita, mengangkat kepala, merangkak, berdiri dan berjalan. Kita hidup didunia ini tidaklah langsung bisa berlari dan bekerja mencari rizki. Akantetapi semua itu membutuhkan pembelajaran secara bertahap. Dan semua itu tak lepas dari apa yang telah orangtua ajarkan kepada kita.
Orangtua lah yang telah mengajarkan itu semua kepada kita, sejak kita masih kecil orang tua yang menyusui dan memberi makan kita, mengajarkan kita berjalan, berbicara dan mengajarkan kita agar menjadi manusia seutuhnya. Orangtua tak kenal lelah dan capek merawat kita, setiap malam selalu menjaga kita sewaktu kecil dan membawa kita ke rumah sakit ketika kita sakit.
Akantetapi, semua itu terlupakan ketika kita menginjak dewasa, bahkan kadang sebagian malah merasa orangtua telah mengekang kebebasannya. Pergi semaunya tanpa izin, tidak pulang tanpa sebab, menuntut sesuatu yang diluar kemampuan orang tua dan bahkan ada yang samapai menyakiti orangtuanya sendiri.
Sungguh tragis memang, orang yang telah mengajarkan kehidupan kepada kita di akhir hidupnya terasa seperti orang lain bagi anaknya. Menelpon pun jarang walau hanya untuk menanyakan kabarnya, apalagi memberikan sesuatu yang menjadi kesukaanya.
Sungguh benar sabda Rosululloh SAW bahwa “surga ada ditelapak kaki ibu dan durhaka kepada orangtua merupakan sebuah dosa besar”.
Ya Alloh, maafkanlah hambamu ini yang selama ini telah melalaikan firman-firmanmu, sungguh benar firman-firmanmu dan Engkau selalu tunjukkan kebesaran-kebesaran-Mu di hadapan hamba-hamba-Mu. Semoga sedikit tulisan ini bisa membuka kembali mata hati kita untuk semakin berbakti kepada orangtua kita. Bagi kita yang orangtuanya masih hidup mari kita tunjukkan bakti kita kepadanya serta mendoakannya selalu setiap saat. Sementara apabila orangtua kita sudah dipanggil oleh Alloh Ta’ala, mari kita doakan selalu karena doa anak sholeh akan terus mengalir pahalanya. Dan sebagai penutup ada sebuah nasehat agung dari Rosululloh SAW yang bunyinya kurang lebih ”Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang merugi, yaitu orang-orang yang ketika orangtuanya masih hidup didunia akantetapi dia tidak bisa mengambil kebaikan darinya”

Oleh: alislami | September 17, 2009

Kenikmatan Yang Sesungguhnya

Begitu banyak manusia lalai ketika diberikan kenikmatan lebih dari Alloh Ta’ala dan begitu banyak manusia bisa bersabar ketika diberikan kekurangan oleh Alloh Ta’ala. Ketika seseorang di uji oleh Alloh Ta’ala dengan kekurangan, dia senantiasa bersabar, beribadah dan berdoa khusu dihadapan Alloh Ta’ala memohon diturunkan karunia-NYA berupa harta yang melimpah serta kedudukan yang membuatnya terpandang dimata manusia.
Tatkala hidupnya masih serba kekurangan, makan seadanya bahkan begitu berharap Alloh Ta’ala memberikan kepadanya rizki ia senantiasa rajin sholat, membaca Al Quran, bersodaqoh, dan mendatangi majelis ilmu. Hari – harinya ia lalui dengan ketaatan dan ibadah kepada Alloh Ta’ala sehingga manusia mengenalnya sebagai seorang alim. Sholat fardhu selalu tepat waktu dan jamaah di masjid ditambah sholat – sholat sunnah tak lupa ia kerjakan seperti sholat tahajud, sholat dhuha dan sholat-sholat sunnah rowatib. Puasa sunnah begitu rajin ia kerjakan entah itu puasa senin-kamis maupun puasa sunnah yang lain
Sungguh mukanya selalu basah akan air wudhu dan perutnya selalu kencang menahan lapar dan dahaga. Tangannya juga begitu mudah menjulirkan sebagian kecil hartanya untuk berinfak dan shodaqoh di jalan Alloh Ta’ala. Sementara kakinya selalu menuntunya mendatangi majelis ilmu dimanapun berada.
Akantetapi kini sungguh maha benar Alloh Ta’ala yang membolak balikkan hati manusia. Pagi hari seseorang beriman akantetapi sore harinya dia kafir begitu juga sebaliknya sorehari seseorang beriman sedangkan pagi harinya dia kafir, naudzubillahi min dzalik. Ketika pintu – pintu rizki telah Alloh Ta’ala bukakan bagi hambanya, hanya sedikit yang mampu bersyukur. Sebagian besar manusia lalai dari Alloh Ta’ala, lalai dari Sang Pemberi segala rizki dan kenikmatan.
Padahal Alloh Ta’ala hanya meminta hambanya bersyukur dengan menggunakan segala nikmat rizki itu di jalan yang telah Alloh Ta’ala ridhoi. Akantetapi sungguh syaithon telah memalingkan hatinya dari ketaatan pada Alloh Ta’ala. Hartanya telah menghalanginya dari sholat jamaah di masjid, hartanya telah membuatnya kikir untuk berinfak dan bersodaqoh di jalan Alloh Ta’ala. Ia takut dengan harta yang dikelurakannya akan mengurangi jumlah harta yang dimilikinya. Hartanya juga telah menjauhkan dirinya dari puasa – puasa sunnah yang biasa dia kerjakan tatkala susah.
Begitukah kenikmatan yang sesungguhnya? Harta yang berlimpah, isteri yang cantik dan anak yang menghalangimu untuk semakin dekat dengan Alloh Ta’ala? Jika kalian sudah dapatkan itu semua, sudahkah kalian puas dengan semua itu? Sementara hidupmu dihabiskan ditempat – tempat hiburan, mall – mall, telingamu di jejali dengan musik – musik yang tidak bermanfaat, mulutmu di penuhi dengan nyanyian karoke – karoke bersama teman – temanmu. Apakah ini kenikmatan yang engkau harapkan? Apakah dengan ini engkau akan menghadap kepada Tuhanmu?
Takutlah ketika Alloh Ta’ala mulai mengambil darimu kenikmatan islam dan menggantimu dengan kenikmatan dunia yang sementara ini. Engkau semakin jauh dari masjid, Al Qur’an semakin jarang engkau buka, Tanganmu semakin berat mengeluarkan infak dan perutmu semakin malas untuk berpuasa. Sementara kakimu juga semakin malas untuk berjalan menuju tempat – tempat majelis ilmu yang membahas ilmu – ilmu Alloh Ta’ala.

Oleh: alislami | Mei 25, 2009

KAMMI Cermin Khowarij Indonesia

Panggung politik memang penuh dengan sandiwara para elit politiknya. Ketika simpatisannya sudah berharap banyak terhadap elit-elit politik pilihannya, akan tetapi para elit politiknya melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan harapan para simpatisannya, yang terjadi adalah protes, boikot bahkan anarkis. Seperti yang terjadi hari jum’at 15 mei 2009 di MetroTV kemaren, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pergerakan KAMMI melakukan tindakan protes terhadap keputusan SBY yang memilih Budiono sebagai calon wakil presidennya. Aksi protes dilakukan mahasiswa di Bandung tempat dilakukannya deklarasi SBY-Budiono dengan menghadang kedatangan SBY-Budiono. Aksi serupa juga dilakukan mahasiswa di Cirebon dan Surabaya. Aksi dikota lain dilakukan dengan menginjak foto Budiono yang notabene masih saudara kita, apalagi sesame muslim. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah kenapa tindakan-tindakan seperti itu dilakukan oleh seorang muslim, oleh sebuah pergerakan yang mengatasnamakan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)? Sebagai sesame muslim, layakkah perbuatan seperti itu dilakukan oleh mereka? Layakkah mereka menginjak-injak bahkan membakar foto saudaranya sendiri? Apakah perilaku mereka mencermikan jatidiri seorang muslim sejati? Atau malah menjadi citra buruk sebagai seorang muslim? Tak ada dalil pun yang bisa membenarkan perbuatab mereka, mereka tak jauh dari ajaran khowarij walaupun secara individu kita tidak boleh menuduh mereka seorang khowarij. Akan tetapi perbuatan-perbuatan yang kerap mereka lakukan mencerminkan jatidiri seorang khowarij yaitu dengan melakukan pembrontakan terhadap penguasanya. Cukuplah menjadi dalik kisah terbunuhnya kholifah Utsman bin Affan oleh para pembrontak yang tidak setuju dengan kepemimpinan kholifah Utsman. Apakah yang membunuh kholifah Utsman tersebut seorang muslim? Jawabnya “YA”, mereka sholat, mereka membaca Al Qur’an, mereka puasa, zakat bahkan dahi-dahi mereka terlihat hitam, yang menunjukkan bahwa mereka ahli ibadah. Terus kenapa mereka membunuh kholifah Utsman? Jawabnya adalah pemahaman keliru terhadap Al Quran dan As Sunnah. Untuk lebih jelasnya silakan merujuk pada kitab-kitab para ulama. Lantas, bagaimana dengan generasi muslim kita yang berada pada barisan KAMMI tersebut? Apakah seperti itu islam yang dibawa oleh Rosululloh SAW? Sibuk dengan urusan kekuasan? Cukuplah menjadi bukti ketika hati kita merasakan sakit karena pemimpin yang kita harapkan menjadi pemimpin kita akantetapi tidak jadi memimpin. Fanatisme dengan kelompok atau partai kita dan begitu bencinya dengan partai lain walaupun orang-orang yang ada disana juga seorang muslim. Apakah benci dan suka kita standarnya seperti ini? Ketika semangat tidak didasari ilmu agama yang kuat serta pemahaman yang benar maka yang timbul adalah kemudhorotan baik di dunia maupun di akherat. Menurut ku ada tiga kepanjangan untuk KAMMI yang cocok yaitu : KAMMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Mejeng Indonesia) KAMMI ( Kesatuan Aksi Manusia-Manusia Ideot) KAMMI (Kesatuan Aksi Men Mlebu TV)

Oleh: alislami | April 23, 2009

Maafkanku Yang Telah Membuatmu Menangis

Ku tak ingin ini terjadi di perjalanan hidup kita

Ku tak ingin dosa-dosa ini semakin hari semakin menenggelamkan kita

Mengahancurkan sendi-sendi keimanan yang telah kita bangun

Sementara hari kehari hanya kehinaan yang kita rasakan

Bidadariku…..

Engkaulah wanita mulia yang kukenal

Engkaulah wanita pertama yang mengisi kehidupanku seutuhnya

Engkaulah seharusnya Bidadari Syurga itu

Akantetapi…..

Sungguh syaitan telah melenakan kita

Dosa dan kemaksiatan telah menghancurkan mimpi-mimpi kita

Hidup kita lebih hina dari binatang sekalipun

Dan lebih kotor dari kotoran manusia

Bidadariku……

Selagi ada nafas di tenggorokan kita

Selagi masih ada detak jantung di tubuh

Ku ingin menebus segala dosa yang pernah kita lakukan

Walaupun harus melepaskanmu

Walau harus merelakanmu bersama orang lain

Selama engkau dalam kemuliaan

Aku kan relakan semua itu

Biarlah semua kenangan bersamamu

Menjadi penebus dosa-dosa yang pernah kita lakukan

Karena sakit rasanya tidak bisa hidup bersamamu

Karena sakit rasanya mengenang masa-masa indah bersamamu

Bidadariku….

Sakit mengenang masa-masa bersamamu

Lebih sakit daripada seribu satu sayatan pedang ditubuhku

Sakit tak bisa hidup bersamamu

Lebih sakit daripada tubuhku lumpuh sekalipun

Ketika surat ini kutulis

Ku tak mampu lagi menahan air mata ini

Seribu satu kenangan bersamamu

Seolah menjadi tikaman pisau yang bertubi-tubi

Menusuk tubuhku

Bidadariku….

Maafkanku yang telah membuatmu menangis

Ku tahu ini menyakitkan

Tapi kita harus mengakhiri semuanya

Kita harus mengakhiri kebohongan-kebohongan ini

Kita harus mengakhiri kemunafikan kita

Kita harus mengakhiri dosa-dosa yang telah kita perbuat

Selagi nafas masih berhembus

Sungguh benar firman Alloh Ta’ala

Sungguh benar sabda Rosululloh SAW

Yang mengingatkan manusia untuk menjauhi zina

Sungguh terlaknat Syaitan yang terkutuk

Bidadariku…

Semoga Alloh Ta’ala masih mau mengampuni kita

Semoga Alloh Ta’ala masih mau membimbing kita

Menuju jalannya yang lurus

Bidadariku….

Inilah tangis yang selama ini kurasakan

Inilah sakit yang ingin aku utarakan kepadamu

Ku yakin engkaupun mengalaminya

Surat ini kubuat

Sebagai akhir dari hubungan kita

Hubungan tak berstatus yang selama ini kita lakukan

Semoga hati kita mampu menerimanya

Bidadariku…

Selamat menempuh hidup baru

Semoga kemuliaan islam selalu bersamamu

Semoga Ridho Alloh selalu mengiringi perjalanan hidupmu

Jika ada lelaki sholeh yang melamarmu

Terimalah……..

Dan semoga bisa menggantikanku

Dan melupakan semua kenangan bersamaku

Bidadariku…………………………..

Maafkanku yang telah membuatmu menangis…………….

Tapi tangis ini adalah tangis kebahagiaan

Sebagai seorang muslim sejati…..

Yang rindu akan Ridho Ilahi.

Wassalamualykum….

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori