Oleh: alislami | Mei 18, 2012

Sebuah Perjalanan Kehidupan

Lama juga jari ini tidak menari nari diatas keybord laptop miniku. Tarian-tarian yang melahirkan kata, kata membentuk kalimat, kalimat membentuk paragraf dan paragraf membentuk sebuah tulisan yang mampu memberi senyum kepada setiap manusia yang membacanya. Padahal semasa kuliah sudah menjadi kebiasaan berteman dengan pemuda-pemuda yang menggantungkan hidup dan kelangsungan kuliahnya dari menulis artikel-artikel di koran dan majalah. Dengan pandangan-pandangan yang tajam, ide-ide yang mampu merubah dunia dan peradaban manusia. Akantetapi sampai saat ini kemampuan tulisanku masih jauh panggang dari pada api.

“Man Jadda Wa Jadda” pepatah arab yang selalu disebut-sebut Ustad ketika mengajar bahasa arab, yang artinya tidak lain “siapa bersungguh-sungguh maka dia dapat atau bisa”. Yah walaupun tulisan ini masih kurang enak dibaca, bahasanya ga enak, pemilihan katanya kurang tepat, penjabarannya kurang jelas, akan tetapi tidak akan pernah menurunkan semangatku untuk menulis. Entahlah ada yang baca atau tidak yang penting tulisanku masuk dunia maya…siapa tahu mba maya mau membaca.

Tapi ngomong-ngomong tulisan ini temanya apa yah, kok jadi kemana-mana tidak jelas. Langsung saja lah, ceritanya dimulai tatkala libura cuti tahun ini. Seperti biasa liburan cuti selalu kusempatkan pulang kampung ke Jawa, mengunjungi orang  tua dan saudara serta sanak family. Sebuah kebahagaan bisa melihat kampung tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Masih teringat setiap kenangan disetiap pojok tempat yang ku lewati.

Kebetulan musim tanam baru akan dimulai, teringat kalau musim seperti ini dulu selalu diajak bapak kesawah menebar benih padi atau mencari belut dibelakang traktor yang sedang membajak sawah. Seru sekali ketika harus beradu cepat sama teman-teman untuk menangkap belut yang keluar, sampai dorong dorongan satu sama lain. Ada yang pakai kaos kaki agar tangannya kesat sehingga belutnya mudah ditangkap, adapula yang kebiasaanya menggigit belut ketika belut sudah ditangkapnya. Itu baru carita belut, belum lagi carita mencari ikan dengan ngambur, nawu, mancing atau yang lebih parah dengan mrotas. Mungkin istilah-istilahnya asing bagi pembaca sekalian, karena ini tidak semuanya ada dikamus bahasa jawa apalagi bahasa indonesia.

Kalau teringat masa kecil, seharusnya menjadikan pelajaran hidup bagi kita. Waktu yang sudah kita lewati tak mungkin akan berbalik kebelakang. Tidak mungkin kita pagi-pagi berangkat kesekolah untuk bertemu teman-teman SD atau SMP kita, pagi – pagi mandi dan pakai seragam sekolah kita, sementara orang tua kita sudah siap menyiapkan sarapan pagi kita. Waktu telah mengantarkan kita tumbuh dewasa. Dua puluh tujuh tahun sudah waktu kita lewati bersama saudara dan teman yang silih berganti, satu datang dan satu pergi. Bahkan mungkin sudah ada yang pergi untuk selama-lamanya.

Cepatnya waktu kehidupan menyadarkan diri ini agar terbangun dari kelalaian panjang. Terbuai akan semunya dunia dan segala isinya. Sungguh benar, dunia telah mengasatkan hati dan pikiran manusia. Seolah-olah dia akan hidup selama-lamanya dengan gemerlap harta dan segala isi didunia ini. Dua puluh tujuh tahun seolah terasa begitu cepat, padahal dia hampir dari setengah umur manusia. Sungguh indah Alloh Ta’ala ciptakan kehidupan ini, ada yang menangis, ada yang tertawa, ada yang kaya dan ada yang miskin.

Dari sekian banyak pengalaman dalam perjalanan kehidupan manusia, seolah bagitu cepat kita lalui. Ada saat saat kita menangis dan ada ada saat saat kita dibuat tersenyum tertawa bahagia. Tapi ada satu hal yang seharusnya tidak pernah dilupakan oleh manusia yaitu dalam setiap perjalannya dia selalu di awasi, selalu dilihat oleh Tuhannya Alloh Ta’ala. Kita tak mampu melihat, akan tetapi Alloh Ta’ala selalu dekat dengan kita. Setiap ranting dan daun yang jatuhpun Alloh Ta’ala mengetahuinya. “Selamat Ulang Tahun”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: