Oleh: alislami | Oktober 16, 2010

Mensyukuri Nikmat

Syukur adalah sebuah kata yang sangat mudah diucapkan oleh setiap manusia, akantetapi merupakan perbuatan yang sangat sulit dilakukan oleh manusia”.

Sore ini kita (aku dan isteriku) masak makanan kesukaan kita. Makanan yang juga menjadi favorit anak2 kost kala aku masih sekolah dulu dan mungkin makanan paling banyak dibuka disore dan malam hari disetiap pinggir jalanan kota-kota besar. “Penyet” yah betul saudarku. Penyet merupakan makanan sederhana dan enak untuk mengisi kekosongan perut ini. Penyet juga merupakan makanan favorite bagi cacing-cacing peliharaanku diperut ini.

Seperti biasa, aku menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak, mulai cabe, bawang merah, bawang putih, tomat, garam, terasi dan gula. Sedangkan lauknya telor, ikan asin dan Alhamdulillah bisa beli nugget. Sementara isteriku menggoreng bahan2 yang sudah kusiapkan. Setelah selesai masak dan bikin sambal, saatnya kita menyelesaikan intik dari kegiatan yang sudah kita rencanakan ini yaitu Makan – Makan.

Saat aku sedang lahapnya menyantap makanan yang kita masak berdua, tiba – tiba isteriku nyeletuk (ngomong).

Isteri : “ Seringkali kita lalai untuk bersyukur tehadap apa yang kita makan, walau hanya mengucapkan doa sebelum dan sesudah makan.”

Isteri : “ Hari ini kita makan telor, padahal kita tidak pernah menciptakan sebutir telor itu sendiri. Hari ini kita juga makan ikan asin, apakah kita pernah mampu menciptakan seekorpun ikan asin ke dunia ini. Begitu juga dengan ayam yang kita makan malam ini, semua itu adalah ciptaan Zat Yang Maha Mencipta atas segala sesuatu. Zat yang telah menciptakan dan mengatur alam semesta ini sehingga tercipta kehidupan yang sedang kita jalani ini.

Isteri : “Begitu besar ciptaan Alloh Ta’ala, akan tetpi begitu banyak kita lalai untuk memikirkannya dan mensyukuri segala nikmat dan karunia-NYA.

Benar sekali apa yang dikatakan istriku malam ini. Manusia seringkali lalai untuk bersyukur terhadap nikmat-nikmat dan karunia yang telah Alloh Ta’ala berikan kepadanya. Justru kebanyakan manusia malah semakin ingkar tatkala kenikmatan itu diberikan kepadanya.

Begitu banyak manusia, ketika harta diberikan kepadanya, dia gunakan harta itu dijalan yang Alloh Ta’ala tidak ridhoi. Mulai dari minuman keras, berjudi, bermain wanita bahkan yang lebih parah lagi dia jadikan hartanya sebagai pinjaman riba bagi saudara-saudara yang miskin disekitarnya. Mungkin kita tak akan kerasa mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang yang kita inginkan walaupun mahal harganya. Akan tetapi, akan sangat kerasa ketika kita mengeluarkan sedikit uang untuk sedekah atau membantu fakir miskin disekitar kita. Begitu banyak manusia menghabiskan jutaan rupiah belanja di Mall – Mall, sedangkan untuk infak masjid setiap jum’at paling terkumpul 500 ribu rupiah.

Satu hal sifat manusia yang diakibatkan oleh harta tersebut adalah sifat Takabur atau Sombong. Manusia akan merasa lebih baik ketimbang manusia lainnya ketika dirinya memiliki kelebihan harta yang ada pada dirinya. Akibatnya dia tidak mau bergaul dengan seseorang yang ekonominya lebih miskin darinya. Dia akan lebih memilih bergaul dengan teman2 yang memiliki strata ekonomi yang sama dengannya, atau yang lebih tinggi darinya. Padahal Alloh Ta’ala tidak pernah melihat derajat manusia dari harta yang dimilikinya, akantetapi dari keimanan yang ada pada dirinya.

Begitulah Alloh Ta’ala ciptakan manusia, disanalah manusia diuji siapa-siapa yang mampu berfikir dan melewati ujian tersebut maka dialah yang berhak mendapatkan kenikmatan abadi yang kekal didalamnya yaitu surge firdaus kelak. Disinilah kita juga mendapatkan pembenaran bahwa Kebenaran suatu Agama bisa dilihat dari bagimana kebaikan dan keburukan terpisahkan dengan jelas bagi penganutnya. Karena ada suatu agama dimana tidak bisa dipisahkan mana penganutnya yang mempunyai keimanan tinggi dan mana yang tidak.

Semoga sedikit tulisan ini, bisa membawa perubahan pada diri kita untuk lebih bersyukur terhadap segala kenikmatan yang kita rasakan selama ini. Kenikmatan yang tak pernah mamapu kita menghitungnya. Amin

 

Iklan

Responses

  1. Wah, template baru nih.
    Btw, keluarga kecil bahagia ya Ris, selalu mengingatkan di jalan kebaikan. Semoga sakinah sampai akhir hayat.

  2. Wah akhirnya nongol juga nih bang cas, gimana kabarnya?lama tak denger suaranya…kantor dimana bang?Jadi teringat saat2 giliran masak nasi..ha ha ha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: