Oleh: alislami | September 2, 2010

Penjual Es Degan (kelapa Muda)

Kehidupan ini bukanlah main – main, bukanlah hanya untuk senang – senang, bukan pula hanya sendau gurau belaka. Kehidupan ini tak lain adalah ujian bagi seorang manusia. Sebuah jalan untuk menuju kepada kehidupan yang kekal abadi. Manusia diuji sesuai dengan kemampuannya, ada yang diuji dengan hartanya, kedudukannya dan anak – isterinya. Semua tidak lain adalah untuk mengetahui keimanan seseorang. Mengetahui siapakah yang pantas untuk mendapatkan kemenangan di hari akhir kelak.

Sore itu, di Bulan Ramadhan tepatnya tanggal 22 seperti biasa aku hendak pergi ke kota untuk beli makanan untuk berbuka. Rasanya nikmat sekali berbuka dengan segelas es degan. Maka kuputuskan untuk mampir ke kedai kelapa beli degan satu biji sebagai makanan berbukaku. Sore semakin gelap, tanda-tanda berbuka pun sudah semakin dekat. Beberapa penjual gorengan sudah mulai gulung tikar menutup jualannya.

Akhirnya pluit tanda berbuka pun berbunyi sebagai tanda waktu berbuka sudah tiba, perlu diketahui bahwa tanda waktu berbuka dan sahur ditempatku ditandai dengan pluit keras dari kantor tempatku bekerja. Wah, suda buka pikirku sementara kelapa deganku baru mau di kupas sama penjual degan tersebut. Penjualnya ada tiga orang, satu keluarga dengan satu anaknya yang sudah cukup besar. Bapaknya sudah cukup tua dan beruban, sementara ibunya juga sudah tampak keriput di mukanya sedangkan anaknya wanita yang sudah cukup berumur dan dewasa. Kedai ini memang langgananku, disamping ramah orangnya, mereka juga sangat perhatian sama pelanggannya dengan memberikan pelayanan yang sangat baik, kadang bahkan dikasih lebih utnuk pelanggannya.

Akhirnya Adzan maghrib berkumandang,..Allohu Akbar..Allohu Akbar…terdengar dari sebuah surau terdekat. Bapak tersebut tiba-tiba meminta izin untuk pergi ke masjid dan menyerahkan pekerjaan mengupas kelapa muda tersebut kepada anaknya yang perempuan. Bapak tersebut langsung mengambil sarung dan naik sepeda berangkat ke masjid. Subhanalloh…Allohu Akbar..Allohu Akbar..

Seorang pedagang kecil yang hari – harinya disibukkan dengan berjualan es kelapa muda memiliki semangat yang tinggi untuk sholat berjamaan dimasjid. Padahal waktu itu sedang rame-ramenya pembeli. Akan tetapi, dia lebih mendahulukan panggilan Alloh Ta’ala ketimbang harta duniawi yang belum tentu menyelamatkan dia dihari akhir kelak.

Begitu banyak manusia lalai dengan kehidupannya, begitu banyak manusia terlena dengan harta yang ada pada dirinya. Tatkala susah manusia begitu tulus dan khusunya berdoa meminta dilapangkan rizkinya, dimudahkan urusan dunianya. Akan tetapi tatkala Alloh Ta’ala sudah mengabulkan doanya, manusia lalai dari bersyukur dan mengingat Alloh Ta’ala.

Begitu banyak manusia dengan gaji besar puluhan juta rupiah dan pekerjaan yang tidak begitu membutuhkan tenaga otot akan tetapi sangat berat untuk datang kemasjid menunaikan panggilan adzan, menunaikan panggilan Alloh Ta’al. Dzat yang telah memberinya kehidupan, memberinya rizki dan kenikmatan hidup didunia. Hartanya telah memberatkan langkahnya untuk dating ke masjid. Hartanya pula yang telah membutanya tertidur pulas tatkala adzan shubuh berkumandang.

Semoga tulisan ini menjadikan pelajaran bagi kita untuk kembali mengingat hakikat kehidupan ini. Bukanlah harta yang kita kejar bukanpula pangkat/kedudukan yang kita kejar. Harta dan pangkat hanya mampu menghantarkan kita sampai liang kubur kita. Sementara hari akhir sudah jelas dan nyata bagi kita. Kematian bagi setiap manusia sudah jelas dan pasti, tinggal menunggu jadwal kita. Masihkah kita bermain-main dengan kehidupan ini?

Iklan

Responses

  1. Pelajaran yang mendalam. Thanks Ris atas nasehatnya.
    Terima kasih sudah mengupdate blog yang sudah mulai berdebu ini, hehehe…ayo Ris, nulis lg. Udah bisa jalan ya anaknya?

  2. Oke..he he he iya nih cas, mulai belajar menulis lagi..Semangat2!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: