Oleh: alislami | September 17, 2009

Kenikmatan Yang Sesungguhnya

Begitu banyak manusia lalai ketika diberikan kenikmatan lebih dari Alloh Ta’ala dan begitu banyak manusia bisa bersabar ketika diberikan kekurangan oleh Alloh Ta’ala. Ketika seseorang di uji oleh Alloh Ta’ala dengan kekurangan, dia senantiasa bersabar, beribadah dan berdoa khusu dihadapan Alloh Ta’ala memohon diturunkan karunia-NYA berupa harta yang melimpah serta kedudukan yang membuatnya terpandang dimata manusia.
Tatkala hidupnya masih serba kekurangan, makan seadanya bahkan begitu berharap Alloh Ta’ala memberikan kepadanya rizki ia senantiasa rajin sholat, membaca Al Quran, bersodaqoh, dan mendatangi majelis ilmu. Hari – harinya ia lalui dengan ketaatan dan ibadah kepada Alloh Ta’ala sehingga manusia mengenalnya sebagai seorang alim. Sholat fardhu selalu tepat waktu dan jamaah di masjid ditambah sholat – sholat sunnah tak lupa ia kerjakan seperti sholat tahajud, sholat dhuha dan sholat-sholat sunnah rowatib. Puasa sunnah begitu rajin ia kerjakan entah itu puasa senin-kamis maupun puasa sunnah yang lain
Sungguh mukanya selalu basah akan air wudhu dan perutnya selalu kencang menahan lapar dan dahaga. Tangannya juga begitu mudah menjulirkan sebagian kecil hartanya untuk berinfak dan shodaqoh di jalan Alloh Ta’ala. Sementara kakinya selalu menuntunya mendatangi majelis ilmu dimanapun berada.
Akantetapi kini sungguh maha benar Alloh Ta’ala yang membolak balikkan hati manusia. Pagi hari seseorang beriman akantetapi sore harinya dia kafir begitu juga sebaliknya sorehari seseorang beriman sedangkan pagi harinya dia kafir, naudzubillahi min dzalik. Ketika pintu – pintu rizki telah Alloh Ta’ala bukakan bagi hambanya, hanya sedikit yang mampu bersyukur. Sebagian besar manusia lalai dari Alloh Ta’ala, lalai dari Sang Pemberi segala rizki dan kenikmatan.
Padahal Alloh Ta’ala hanya meminta hambanya bersyukur dengan menggunakan segala nikmat rizki itu di jalan yang telah Alloh Ta’ala ridhoi. Akantetapi sungguh syaithon telah memalingkan hatinya dari ketaatan pada Alloh Ta’ala. Hartanya telah menghalanginya dari sholat jamaah di masjid, hartanya telah membuatnya kikir untuk berinfak dan bersodaqoh di jalan Alloh Ta’ala. Ia takut dengan harta yang dikelurakannya akan mengurangi jumlah harta yang dimilikinya. Hartanya juga telah menjauhkan dirinya dari puasa – puasa sunnah yang biasa dia kerjakan tatkala susah.
Begitukah kenikmatan yang sesungguhnya? Harta yang berlimpah, isteri yang cantik dan anak yang menghalangimu untuk semakin dekat dengan Alloh Ta’ala? Jika kalian sudah dapatkan itu semua, sudahkah kalian puas dengan semua itu? Sementara hidupmu dihabiskan ditempat – tempat hiburan, mall – mall, telingamu di jejali dengan musik – musik yang tidak bermanfaat, mulutmu di penuhi dengan nyanyian karoke – karoke bersama teman – temanmu. Apakah ini kenikmatan yang engkau harapkan? Apakah dengan ini engkau akan menghadap kepada Tuhanmu?
Takutlah ketika Alloh Ta’ala mulai mengambil darimu kenikmatan islam dan menggantimu dengan kenikmatan dunia yang sementara ini. Engkau semakin jauh dari masjid, Al Qur’an semakin jarang engkau buka, Tanganmu semakin berat mengeluarkan infak dan perutmu semakin malas untuk berpuasa. Sementara kakimu juga semakin malas untuk berjalan menuju tempat – tempat majelis ilmu yang membahas ilmu – ilmu Alloh Ta’ala.

Iklan

Responses

  1. Masih sempet update toh, kirain udah terlalu sibuk dg angka-angka produksi.. 🙂
    Mudah2an kemewahan yang didapatkan selama menjadi karyawan PTM tidak menghalangi dari jalan Allah.
    Taqobbalallahu minni waminka, shiyamani washiayamuka.

  2. Bismillah,
    Semoga tetap bisa istiqomah dijalan-Nya,dalam nikmat atau ujian dari Alloh Ta’ala, karena hanya itu yang membuat ku semakin cinta dan sayang pada mu.
    Dan jangan pernah bosan untuk slalu membimbing ku dalam iman dan taat pada-Nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: