Oleh: alislami | September 2, 2008

Jangan Engkau Terlena

Awan hitam begitu pekat

Berhembus secepat kilat menyambar

Angin menghujam menembus dada

Melumpuhkan mata meluluhkan telinga

Kala sang fajar datang

Angin buritan terbang tak terarah

Ia bak berlari tapi sebenarnya diam

Mengepak sayap menutup mata

Burung-burung pipit bernyanyian

Melenakan hati menembus sang kala

Seruling nyaring berbunyi

Duhai anak adam

Engkau telah terlena

Dalam selimut kemunafikan

Dalam selimut kepalsuan

Engkau berlari dalam kesesatan

Menuju arah yang tanpa tujuan

Ketika engkau terbang

Engkau terbang tinggi ke langit tak bertepi

Kini, masihkah engkau mencari

Masihkah engkau berjalan

Sementara nyawamu ada dalam genggaman tangannya

Sementara nafasmu sedikit tersisa

Masihkah engkau terbang

Sementara sayapmu rusak terkena badai

Kemana engkau akan pergi

Ke laut tak berpantai

Atau ke gunung tak berpuncak

Nikmatilah hidupmu

Karena mungkin

Hari ini engkau bisa melihat dunia

Hari ini engkau bisa tertawa

Hari ini detak jantungmu masih terasa

Hari ini HARI TERAKHIR BAGIMU

Mohon maflah kepada semuanya…

Sebelum semuanya berakhir bagimu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: