Oleh: alislami | Agustus 25, 2008

Surat Untuk Isteriku2

Duhai malam yang sendu

Malam yang berhiaskan bintang-bintang

Malam yang bermandikan hangat cahaya rembulan

Sampaikan surat untuk kekasihku ini

Surat ini kutulis dengan sepenuh hati dan cinta

Di sepertiga malam yang sepi

Di saat manusia lalai dalam tidurnya

Di saat manusia terbuai akan mimpinya

Kekasihku…………………

Bangunlah duhai bidadariku

Malam sudah masuk di sepertiga terakhirnya

Waktu mulia yang penuh dengan janji NYA

Saat mahluk-mahluk tertidur dalam tidurnya

Saat udara begitu dinginya bertiup

Saat air terasa membekukan urat-urat tubuh

Basuhlah muka dan tubuhmu dengan air wudhu

Kekasihku tercinta

Ruku dan sujud lah kepada NYA

Doa dan dzikir lah memuji nama-nama NYA yang mulia

Dan lantunkanlah untaian ayat-ayat yang mulia

Kekasihku……………..

Ingatlah akan hari yang dahsyat

Haru yang setiap orang sibuk dengan urusanya

Hari ketika matahari didekatkan diatas kepala-kepala kita

Engkau di dunia di takdirkan sebagai kekasiku

Dimana ku jaga dan kulindungi selalu

Akan tetapi nanti di padang masyhar

Terputus sudah urusan kita

Kita bertanggung jawab dengan amanah yang kita pegang

Kekasihku………….

Dimalam yang mubarokah ini

Diwaktu-waktu yang mustajab ini

Kuberdoa agar kelak kita dipersatukan kembali di Syurga

Kekasihku……….

Berhari-hari telah kita lewati bersama

Dengan canda tawa tangis dan sedih

Kadang marah dan jengkel

Akan tetapi suamimu hanyalah manusia

Yang penuh khilaf dan dosa

Iklan

Responses

  1. Bismillah
    Jazakallohu khoir , untuk nasehatnya yang indah ini.
    Semoga Alloh sll menjaga kita dalam ketaqwaan-Nya.

  2. Bismillah

    Perkenankan aku mencintaiMu semampuku

    Tuhanku,Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu.

    Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari, untai demi untai kata para ustadz kuresapi.Tentang cinta para nabi, tentang kasih para sahabat, tentang muhabbah orang shalih, tentang kerinduan para syuhada. Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam, kutumbuhkan dalam mimpi idealisme yang mengawang di awan.

    Tapi Rabbi…Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu, tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu, aku makin merasakan gelisahku memadai dalam cita yang mengawang, sedang kakiku mengambang. Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

    Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,
    perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku….Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku. Dengan segala kelemahanku.

    Ilaahi aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita.Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa. Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu, atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku.

    Rabbii,
    aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan keluarganya. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo hartanya demi jihad. Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.

    Ijinkan aku mencintai-Mu, melalui 100-500 perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan yang terkirim ke handai taulan.

    Illahi,
    aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu, hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu, dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

    Rabbii,
    aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih atau bagai para al hafidz dan hafidzah yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintai-Mu, melalui satu – dua rakaat sholat lailku, atau sekedar sunnah nafilahku, selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

    Yaa Rahiim,
    aku tak sanggup mencintai-Mu semisal para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu. Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu, dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

    Allahu Kariim,
    aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya, ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku, membawa mereka pada nikmatnya hidayah dalam naungan Islam, manisnya iman dan ketabahan. Dengan mencintai sahabat-sahabatku, mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

    Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku, Yaa Allah. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

    Yang sangat butuh pada ampunan-Nya
    Ummu Syakur

  3. Subhanallah, barokalloh, semoga keberkahan selalu ada di keluarga antum, abu syakur wa ummu syakur, tinggal syakurnya nih… 🙂

  4. He…iya syakurya masih dalam kandungan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: