Oleh: alislami | Agustus 25, 2008

Senyum Seorang Akhwat

Pagi yang indah

Berhiaskan kabut tipis nan putih

Berwarnakan kesucian sang pelangi

Beraromakan harumnya bunga melati

Pagi yang syahdu

Tatkala seorang akhwat lewat didepanku

Meninggalkan senyumannya

Manis tapi menyakitkan hatiku

Senyum yang kadang menjadi racun

Bagi hati sekotor diriku

Kadang pula menjadi virus

Yang menghancurkan bangunan imanku

Duhai para akhwat

Bantulah hati saudaramu ini

Hati yang begitu lemah

Akan godaan terbesar bagi kaumku

Mata berkhianat dengan sang hati

Tatkala ia berusaha menghindar

Dari tajamnya panah-panah syaitan terkutuk

Dari kelihaian dan kelicikannya

Saat ini kau menjadi petaka

Menjadi garam bagi hati hati yang luka

Sakit dan semakin sakit terasa

Pedih dan semakin pedih

Duhai para akhwat

Dunia sudah penuh ujian atas diri ini

Jangan kau uji dengan senyum-senyum kalian

Yang terkembang laksana mekarnya mawar merah

Sinar sang surya menerangi hamparan bumi

Menembus gelapnya rongga-rongga dunia

Menembus indahnya karang-karang di tepi pantai

Hingga bayang bayangku terbentuk kembali

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: