Oleh: alislami | Juni 26, 2008

Tangisan air mata SURGA

Letih jiwa melangkah

Menempuh dan melewati hari yang terus berjalan

Menembus siang dan malam yang silih berganti

Bulan dan bintang yang berbagi sinarnya

Waktu berjalan begitu cepatnya

Hari-hari berlalu bak bayangan

Laksana air mengalir di pegunungan

Laksana udara berhembus ditepi pantai

Waktu berjalan penuh dosa

Hari-hari berlalu penuh maksiat

Laksana pakaian menyelimuti tubuh

Laksana embun menyelimuti pagi

Kuberjalan dan melangkah

Membawa tubuh yang penuh noda

Membawa tubuh yang busuk aromanya

Melewati siang dan mendatangi malam

Letih jiwa melangkah

Berlalu penuh dosa dan maksiat

Tak lagi mampu ku ingat

Tak lagi mampu ku hitung

Hingga tiba datang cahaya

Bangunkanku dari tidurku yang panjang

Sadarkanku dari indahnya mimpi-mimpi akan dunia

Kubangun dan kubasuh tubuhku dengan ari wudhu

Rindu tuk berjumpa dengan MU

Derai air mata mengalir di pipi

Isak tangis menyesakkan dada

Dalam hening dan sunyinya malam

Dalam kholwatku bersama NYA

Dalam ruku dan sujudku malam ini

Kupasrahkan jiwa dan ragaku

Jiwa yang begitu hina dan kotor

Penuh dosa dan maksiat

Diri yang begitu angkuh akan keagungan-MU

Diri yang begitu sombong akan larangan-MU

Ya ALLOH….

Ampunilah diri ini atas kelalaian selama ini

Terfitnah akan dunia yang hina

Akan anak-anak yang begitu kubangga-banggakan

Wanita-wanita yang tlah melencengkan pandanganku

Kedudukan yang tlah membuatku sombong dan ankuh

Dan harta yang t’lah membuatku malas baca firman-firmanmu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: