Oleh: alislami | Juni 15, 2008

Seorang Munafik

Lantang memang suaranya

Keras memang semangatnya

Yang pahitpun terasa manis

Yang gelappun menjadi terang

Begitu banyak bibr berucap

Hingga lupa yang dikata

Begitu banyak hati merasa

Hingga tak mampu lagi merasa

Mata melihat,namun bukan kenyataan

Telinga mendengar

Namun bukan kebenaran

Semua membisu tak bicara

Semua diam tak mampu berontak

Saat ia tertawa keras

Saat ia tersenyum lebar

Semua tampak rela dengan penderitaanya

Semua rela bertepuk tangan

Perkataanya bagai angin sepoi – sepoi

Dingin dan menyejukkan

Janjinya bagai madu

Manis dan menyegarkan

Senyum ramahnya

Meluluhkan hati setiap manusia

Ia bak satria maupun dewa

Yang turun dari mobil pemberian

Tapi munafik tetaplah munfik

Yang akan ada sepanjang jaman

Enatah ia guru,ustad atau murid

Entah itu presiden,pejabat atau orang kecil

Munafik tetaplah munafik

Yang hanya membuat kesengsaraan

Penderitaan dan kehancuran

Ketika begitu banyak munafik

Ia melihat tapi buta

Ia bicara tapi diam

Ia mendengar tapi tuli

Ia menagis tapi tertawa

Ia serba berpura – pura

Jangan biarkan munafik berkeliaran di negeri ini!!!!!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: