Oleh: alislami | Juni 15, 2008

Renungan

Tahunku terus berlalu

Begitu cepat aku merasa

Bayang pun tak terlihat

Hanya noda yang tersisa

Satu datang satu pergi

Berganti saling mengisi

Berlomba saling memberi

Makna kehidupan ini

Akal merasa pandai

Bak mampu hidup sendiri

Lupa akan hakekatnya

Dari apa ia diciptakan

Dunia memang indah

Bagi mata – mata yang buta

Mata – mata yang lumpuh

Pahami makna suatu peristiwa

Dulu dia ada, tapi kini tiada

Dulu dia cantik tapi kini…

Dulu dia tampan tapi kini…

Semua kan kembali

Jadi tanah yang hina

Yang kaya merasa sombong

Yang miskin merasa disakiti

Keduanya lupa

Akan makna saling memberi

Tanah – tanah datar di ujung laut

Terhempas ombak – ombak samudera

Tuhan telah menciptakan

Kita harus menjalani

Wahyu telah turun

Pertolongan telah datang

Di saat semua lupa

Di saat semua enggan

Menyebut dan memuja namanya

Dunia telah melupakannya

Harta telah menyibukkannya

Anak telah mengurangi cintanya

Isteri telah memanjakkannya

Jabatan telah membuatnya angkuh

Tuhan tak lagi disebut

Tuhan tak lagi diucap

Tuhan tak lagi di sembah

Alu –alu memanjang

Tak ditunggu ia pun datang

Bila adab datang

Harta,anak isteri hilang

Jabatan tak lagi bermakna

Ia berkata dan mengeluh…….

Tuhan kenapa engkau siksa kami?

Apa salah kami?

Bila maaf terucap

Itu pun hanya di mulut saja

Bila hati menyesal

Itu pun hanya sementara saja

Iman yang kuat,adalah iman karena ilmu

Bukan iman karena derita

Derita hanyalah alat

Tuk membuka hati yang terkunci

Dan Ilmu membersihkan hati yang kotor

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: