Feeds:
Tulisan
Komentar

Letupan Hati

Mala mini kumencoba

Membuka pintu dan mata hati

Mencoba melihat diri

Bukan bayang-bayang yang selama ini menipu

Kuhirup dalam,,,udara malam

Masuk dan mengembang dalam dada

Mengalir dalam darah

Menjadi energy tubuhku

Rintik hujan menemani malam

Bintang dan rembulan tertutup awan

Ketika mata-mata mulai terpejam

Dan angin melayang-layang

Dicermin, kutatap sang diri

Kulihat wajah dan tubuhku

Sesosok jasad manusia

Sesosok baying-bayang kehidupan

Apakah mata ini yang buta

Atau hati inikah yang tak mampu melihat

Apakah akal ini yang bodoh

Atau akal ini diri ini yang telah kotor

Tertutupi kenikmatan dunia

Tertutupi kelezatan dunia

Tertutupi harta, jabatan dan wanita

Kehidupan ini

Begitu singkat di bandingkan usia alam raya ini

Tak seberapa dan tak terasa

Begitu cepatnya dia belalu

Manusia tetaplah manusia

Penuh akan kesombongan

Penuh akan hawa nafsu

Selalu terjatuh dalam jurang kenistaan

Hina ia pandang mulia

Harta ia tuhankan

Jabatan ia perjuangkan

Anak ia bangga-banggakan

Sementara kemuliaan ia hinakan

Akhirat seolah cerita pewayangan

Kemanan menjadi tertawaan

Agama menjadi barang mainan

Sholat Diatas Satu Kaki

Sholat fardhu bagi laki-laki adalah wajib di masjid kecuali jika ada udzur syar’I, begitu penjelasan yang pernah aku terima dari seorang ustadz. Maka kuselalu berusaha untuk menjaganya dimanapun dan kapanpun. Termasuk ditempat baruku sekarang.

Kebetulan baru beberapa minggu aku pindah kepulau sumatera, ditempat baruku ini kebetulan aku menempati rumah yang letaknya cukup jauh dari masjid. Sementara kendaraan tidak ada, jadi satu-satunya cara untuk berangkat kemasjid adalah dengan berjalan kaki. Alhamdulillah sih kadang ada yang nganter pulang kalau lagi bernasib baik. Akan tetapi berangkat ke masjid dengan berjalan kaki insya Alloh pahalanya akan lebih besar menurutku.

Karena jaraknya yang cukup jauh dan tempatnya cukup sepi ( melewati rumah-rumah tua yang kosong )maka kadang aku males tuk perg ke masjid, belum lagi kebanyakan temen-temenku milih sholat di rumah dari pada di masjid. Alhamdulillah sih Alloh Ta’ala masih sayang kepadaku, masih memberikan seorang temen yang selalu menemaniku ke masjid, bahkan mengajakku kalau aku lagi males. Tapi kalau lagi males dua-duanya berabe juga sih, namanya juga manusia….

Suatu sore, ketika sholat maghrib, kuperhatikan jama’ah yang sholat disampingku….ternyata dia sholat dengan berdiri diatas satu kakinya. Sementara satu kakinya kayaknya pernah mengalami kecelakaan hingga putus. Sehingga berjalan dia dibantu dengan sauatu tongkat untuk membantunya menyanggah separuh tubuhnya.

Subhanalloh….ternyata Alloh Ta’ala masih sayang kepadaku, hingga masih mau memperingatkanku ketika ku mulai jauh dari-Nya dan dari Rumah-Nya. Saudara kita yang hanya diberikan satu kaki saja masih sempat untuk datang kerumah-Nya sementara kita yang masih punya dua kaki lengkap kadang-kadang malas-malasan datang ke masjid.

Padahal ancaman bagi orang-orang yang lalai dari sholat fardhu jama’ah di masjid sangat keras dari Alloh Ta’ala dan Rosululloh SAW. Pada jaman Rosululloh SAW saja seorang sahabat yang cacat matanya(tidak bisa melihat) masih diwajibkan datang kemasjid ketika adzan sholat fardhu dikumandangkan. Apalagi kita yang masih memiliki kedua mata kita untuk menuntun kedua kaki kita melangkah menuju rumah Alloh Ta’ala.

Sebuah Makna Cinta

Cinta yang tertinggi adalah cinta karena Alloh Ta’ala

Cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Alloh Ta’ala.
Hakekat cinta adalah ketika kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang yang kita cintai.

Walau mungkin orang yang kita cintai tidak mencintai kita.

Tapi kita mampu merasakan bahwa dia merasakan kebahagiaan

Walau mungkin harus bersama orang lain yang dicintainya.

Karena cinta tak berarti harus memiliki!!!

Cinta kita yang sebenarnya adalah ketika cinta ini

Bisa dan mampu meningkatkan kecintaan kita kepada Alloh Ta’ala.

Semakin taat kepada Alloh Ta’ala,

Semakin dekat dengan-NYA,

Semakin takut karena-NYA

Dan semakin berharap kepada-NYA.

Memaknai cinta secara luas adalah suatu sikap yang sangat arif dan bijak,

Karena cinta tak sekedar hawa nafsu

Karena cinta tak sekedar rasa memiliki.

Cinta juga bukan sekedar rasa suka..

Akan tetapi cinta adalah ketika kita mampu untuk semakin menjadi hamba Alloh yang bertakwa,

Tentang arti kemenangan dan kekalahan……….

Sebenarnya tidak akan pernah ada kekalahan bagi seorang muslim.

Jika mendapatkan kenikmatan maka dia semakin bersyukur…..

Jika mendapatkan musibah maka dia intropeksi diri dan mengembalikan kepada Alloh Ta’ala dengan penuh keikhlasan.

Saudaraku………

Begitu banyak nikmat Aloh Ta’ala yang telah kita rasakan

Tapi kadang kita lupa dan bahkan terlalu sering melupakannya..

Kita kadang menyesali sesuatu yang kita harapkan,akan tetapi tidak kita dapatkan.

Sedangkan kita melupakan nikmat-nikmat yang begitu banyak..

Alhamdulillah jika kita masih bisa memaknai semua ketetapan yang Alloh berikan.

Karena kita harus selalu mengingat akan tujuan hidup kita

Karena kita harus selalu mengingat siapa kita ini.

Akankah kita korbankan hati dan pikiran kita hanya untuk mahluk NYA

Sementara yang seharusnya kita ingat dan

Seharusnya kita dekati

Seharusnya kita Cintai

Adalah ALLOH TA”ALA.

Ijinkan Aku Mencintaimu

Bismillah

Perkenankan aku mencintaiMu semampuku

Tuhanku,

Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu.

Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari,

Untai demi untai kata para ustadz kuresapi.

Tentang cinta para nabi,

Tentang kasih para sahabat,

Tentang muhabbah orang shalih,

Tentang kerinduan para syuhada.

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam,

Kutumbuhkan dalam mimpi idealisme yang mengawang di awan.

Tapi Rabbi…Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu,

Tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu,

Aku makin merasakan gelisahku memadai dalam cita yang mengawang,

Sedang kakiku mengambang.

Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,

Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku….

Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku.

Dengan segala kelemahanku.

Ilaahi aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita.

Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa.

Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu

Melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu,

Atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku.

Rabbii,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar,

Yang menyedekahkan seluruh hartanya

Dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan keluarganya.

Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo hartanya demi jihad.

Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.

Ijinkan aku mencintai-Mu,

Melalui 100-500 perak yang terulur

Pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,

Pada wanita-wanita tua

Yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.

Pada makanan-makanan yang terkirim ke handai taulan.

Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu

Dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu,

Hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya.

Karena itu Ya Allah,

Perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu,

Dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata,

Meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Rabbii,

Aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih

Atau bagai para al hafidz dan hafidzah

Yang membaktikan seluruh malamnya

Untuk bercinta dengan-Mu dalam satu putaran malam.

Perkenankanlah aku mencintai-Mu,

Melalui satu – dua rakaat sholat lailku,

Atau sekedar sunnah nafilahku,

Selembar dua lembar tilawah harianku.

Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim,

Aku tak sanggup mencintai-Mu semisal para syuhada,

Yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu.

Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu

Dengan mempersembahkan sedikit bakti

Dan pengorbanan untuk dakwah-Mu,

Dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,

Aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya,

Ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku,

Membawa mereka pada nikmatnya hidayah dalam naungan Islam,

Manisnya iman dan ketabahan.

Dengan mencintai sahabat-sahabatku,

Mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu,

Dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku,

Yaa Allah.

Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.

Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

Yang sangat butuh pada ampunan-Nya

Ummu Syakur

Surat Maafku

Ya Alloh..

Ku tahu hamba begitu hina

Kotor penuh noda kemaksiatan

Sedangkan amal hamba

Sedikit, begitu mudah terhitung

Hambamu ini begitu rapuh

Ya Alloh

Hamba sungguh takut akan azabmu

Hamba sungguh takut akan siksa nerakamu

Hingga mendengar sajapun hamba tak mau

Ya Alloh

Setiap hari, hanya ketakutan yang hamba rasa

Takut, jika ini hari terakhir hamba

Takut, jika Engkau belum mengampuni hamba

Teruntuk ibuku….

Maafkan anakmu ini

Anak yang belum bisa berbakti kepadamu

Anak yang…(bersambung)

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »