Awan hitam begitu pekat
Berhembus secepat kilat menyambar
Angin menghujam menembus dada
Melumpuhkan mata meluluhkan telinga
Kala sang fajar datang
Angin buritan terbang tak terarah
Ia bak berlari tapi sebenarnya diam
Mengepak sayap menutup mata
Burung-burung pipit bernyanyian
Melenakan hati menembus sang kala
Seruling nyaring berbunyi
Duhai anak adam
Engkau telah terlena
Dalam selimut kemunafikan
Dalam selimut kepalsuan
Engkau berlari dalam kesesatan
Menuju arah yang tanpa tujuan
Ketika engkau terbang
Engkau terbang tinggi ke langit tak bertepi
Kini, masihkah engkau mencari
Masihkah engkau berjalan
Sementara nyawamu ada dalam genggaman tangannya
Sementara nafasmu sedikit tersisa
Masihkah engkau terbang
Sementara sayapmu rusak terkena badai
Kemana engkau akan pergi
Ke laut tak berpantai
Atau ke gunung tak berpuncak
Nikmatilah hidupmu
Karena mungkin
Hari ini engkau bisa melihat dunia
Hari ini engkau bisa tertawa
Hari ini detak jantungmu masih terasa
Hari ini HARI TERAKHIR BAGIMU
Mohon maflah kepada semuanya…
Sebelum semuanya berakhir bagimu