Malam-malam ku lewati sendiri
Sepi tiada menemani
Lewati hari-hari yang terasa panjang
Siang yang begitu panas dan terik
Kini umurku telah usang
Masa mudaku hampir berakhir
Sahabat-sahabat telah pergi
Menempuh hidup-hidupnya sendiri
Tiga puluh tahun aku sendiri
Lewati malam yang dingin dan sepi
Hanya sedikit tawa di tempat kerjaku
Hanya sedikit canda dari murid muridku
Tiga puluh tahunku berlalu
Otot-ototku tak sekuat dulu
Kulitku tak sesegar dahulu
Ingatanku tak sekuat dulu
Haruskah aku sendiri terus
Tiada teman yang menemani
Dalam suka maupun duka
Dalam sunyinya malam-malam yang dingin
Sementara sahabat-sahabatku
Mereka sibuk bercanda dengan anak-anaknya
Menceritakan kelucuan anak-anaknya
Menceritakan kenakalan-kenakalan anaknya
Kenapa diriku sendiri
Apakah diriku kurang tampan
Hingga tak seorangpun menawariku
Tapi kuyakin itu bukan penyebabnya
Kenapa diriku sendiri
Apakah ku tidak yakin
Dengan janji Alloh Ta’ala
Akan hamba-hambanya yang menikah
Tapi kenapa ku masih sendiri
Apakah karena Alloh belum mempertemukan jodohku
Atau aku yang tak mau menjemputnya
Tapi inilah takdirku