Begitu banyak manusia lalai ketika diberikan kenikmatan lebih dari Alloh Ta’ala dan begitu banyak manusia bisa bersabar ketika diberikan kekurangan oleh Alloh Ta’ala. Ketika seseorang di uji oleh Alloh Ta’ala dengan kekurangan, dia senantiasa bersabar, beribadah dan berdoa khusu dihadapan Alloh Ta’ala memohon diturunkan karunia-NYA berupa harta yang melimpah serta kedudukan yang membuatnya terpandang dimata manusia.
Tatkala hidupnya masih serba kekurangan, makan seadanya bahkan begitu berharap Alloh Ta’ala memberikan kepadanya rizki ia senantiasa rajin sholat, membaca Al Quran, bersodaqoh, dan mendatangi majelis ilmu. Hari – harinya ia lalui dengan ketaatan dan ibadah kepada Alloh Ta’ala sehingga manusia mengenalnya sebagai seorang alim. Sholat fardhu selalu tepat waktu dan jamaah di masjid ditambah sholat – sholat sunnah tak lupa ia kerjakan seperti sholat tahajud, sholat dhuha dan sholat-sholat sunnah rowatib. Puasa sunnah begitu rajin ia kerjakan entah itu puasa senin-kamis maupun puasa sunnah yang lain
Sungguh mukanya selalu basah akan air wudhu dan perutnya selalu kencang menahan lapar dan dahaga. Tangannya juga begitu mudah menjulirkan sebagian kecil hartanya untuk berinfak dan shodaqoh di jalan Alloh Ta’ala. Sementara kakinya selalu menuntunya mendatangi majelis ilmu dimanapun berada.
Akantetapi kini sungguh maha benar Alloh Ta’ala yang membolak balikkan hati manusia. Pagi hari seseorang beriman akantetapi sore harinya dia kafir begitu juga sebaliknya sorehari seseorang beriman sedangkan pagi harinya dia kafir, naudzubillahi min dzalik. Ketika pintu – pintu rizki telah Alloh Ta’ala bukakan bagi hambanya, hanya sedikit yang mampu bersyukur. Sebagian besar manusia lalai dari Alloh Ta’ala, lalai dari Sang Pemberi segala rizki dan kenikmatan.
Padahal Alloh Ta’ala hanya meminta hambanya bersyukur dengan menggunakan segala nikmat rizki itu di jalan yang telah Alloh Ta’ala ridhoi. Akantetapi sungguh syaithon telah memalingkan hatinya dari ketaatan pada Alloh Ta’ala. Hartanya telah menghalanginya dari sholat jamaah di masjid, hartanya telah membuatnya kikir untuk berinfak dan bersodaqoh di jalan Alloh Ta’ala. Ia takut dengan harta yang dikelurakannya akan mengurangi jumlah harta yang dimilikinya. Hartanya juga telah menjauhkan dirinya dari puasa – puasa sunnah yang biasa dia kerjakan tatkala susah.
Begitukah kenikmatan yang sesungguhnya? Harta yang berlimpah, isteri yang cantik dan anak yang menghalangimu untuk semakin dekat dengan Alloh Ta’ala? Jika kalian sudah dapatkan itu semua, sudahkah kalian puas dengan semua itu? Sementara hidupmu dihabiskan ditempat – tempat hiburan, mall – mall, telingamu di jejali dengan musik – musik yang tidak bermanfaat, mulutmu di penuhi dengan nyanyian karoke – karoke bersama teman – temanmu. Apakah ini kenikmatan yang engkau harapkan? Apakah dengan ini engkau akan menghadap kepada Tuhanmu?
Takutlah ketika Alloh Ta’ala mulai mengambil darimu kenikmatan islam dan menggantimu dengan kenikmatan dunia yang sementara ini. Engkau semakin jauh dari masjid, Al Qur’an semakin jarang engkau buka, Tanganmu semakin berat mengeluarkan infak dan perutmu semakin malas untuk berpuasa. Sementara kakimu juga semakin malas untuk berjalan menuju tempat – tempat majelis ilmu yang membahas ilmu – ilmu Alloh Ta’ala.
Ditulis dalam Hikmah Dalam Hidup | 2 Komentar »
Panggung politik memang penuh dengan sandiwara para elit politiknya. Ketika simpatisannya sudah berharap banyak terhadap elit-elit politik pilihannya, akan tetapi para elit politiknya melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan harapan para simpatisannya, yang terjadi adalah protes, boikot bahkan anarkis. Seperti yang terjadi hari jum’at 15 mei 2009 di MetroTV kemaren, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pergerakan KAMMI melakukan tindakan protes terhadap keputusan SBY yang memilih Budiono sebagai calon wakil presidennya. Aksi protes dilakukan mahasiswa di Bandung tempat dilakukannya deklarasi SBY-Budiono dengan menghadang kedatangan SBY-Budiono. Aksi serupa juga dilakukan mahasiswa di Cirebon dan Surabaya. Aksi dikota lain dilakukan dengan menginjak foto Budiono yang notabene masih saudara kita, apalagi sesame muslim. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah kenapa tindakan-tindakan seperti itu dilakukan oleh seorang muslim, oleh sebuah pergerakan yang mengatasnamakan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)? Sebagai sesame muslim, layakkah perbuatan seperti itu dilakukan oleh mereka? Layakkah mereka menginjak-injak bahkan membakar foto saudaranya sendiri? Apakah perilaku mereka mencermikan jatidiri seorang muslim sejati? Atau malah menjadi citra buruk sebagai seorang muslim? Tak ada dalil pun yang bisa membenarkan perbuatab mereka, mereka tak jauh dari ajaran khowarij walaupun secara individu kita tidak boleh menuduh mereka seorang khowarij. Akan tetapi perbuatan-perbuatan yang kerap mereka lakukan mencerminkan jatidiri seorang khowarij yaitu dengan melakukan pembrontakan terhadap penguasanya. Cukuplah menjadi dalik kisah terbunuhnya kholifah Utsman bin Affan oleh para pembrontak yang tidak setuju dengan kepemimpinan kholifah Utsman. Apakah yang membunuh kholifah Utsman tersebut seorang muslim? Jawabnya “YA”, mereka sholat, mereka membaca Al Qur’an, mereka puasa, zakat bahkan dahi-dahi mereka terlihat hitam, yang menunjukkan bahwa mereka ahli ibadah. Terus kenapa mereka membunuh kholifah Utsman? Jawabnya adalah pemahaman keliru terhadap Al Quran dan As Sunnah. Untuk lebih jelasnya silakan merujuk pada kitab-kitab para ulama. Lantas, bagaimana dengan generasi muslim kita yang berada pada barisan KAMMI tersebut? Apakah seperti itu islam yang dibawa oleh Rosululloh SAW? Sibuk dengan urusan kekuasan? Cukuplah menjadi bukti ketika hati kita merasakan sakit karena pemimpin yang kita harapkan menjadi pemimpin kita akantetapi tidak jadi memimpin. Fanatisme dengan kelompok atau partai kita dan begitu bencinya dengan partai lain walaupun orang-orang yang ada disana juga seorang muslim. Apakah benci dan suka kita standarnya seperti ini? Ketika semangat tidak didasari ilmu agama yang kuat serta pemahaman yang benar maka yang timbul adalah kemudhorotan baik di dunia maupun di akherat. Menurut ku ada tiga kepanjangan untuk KAMMI yang cocok yaitu : KAMMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Mejeng Indonesia) KAMMI ( Kesatuan Aksi Manusia-Manusia Ideot) KAMMI (Kesatuan Aksi Men Mlebu TV)
Ditulis dalam Sorotan | 3 Komentar »
Ku tak ingin ini terjadi di perjalanan hidup kita
Ku tak ingin dosa-dosa ini semakin hari semakin menenggelamkan kita
Mengahancurkan sendi-sendi keimanan yang telah kita bangun
Sementara hari kehari hanya kehinaan yang kita rasakan
Bidadariku…..
Engkaulah wanita mulia yang kukenal
Engkaulah wanita pertama yang mengisi kehidupanku seutuhnya
Engkaulah seharusnya Bidadari Syurga itu
Akantetapi…..
Sungguh syaitan telah melenakan kita
Dosa dan kemaksiatan telah menghancurkan mimpi-mimpi kita
Hidup kita lebih hina dari binatang sekalipun
Dan lebih kotor dari kotoran manusia
Bidadariku……
Selagi ada nafas di tenggorokan kita
Selagi masih ada detak jantung di tubuh
Ku ingin menebus segala dosa yang pernah kita lakukan
Walaupun harus melepaskanmu
Walau harus merelakanmu bersama orang lain
Selama engkau dalam kemuliaan
Aku kan relakan semua itu
Biarlah semua kenangan bersamamu
Menjadi penebus dosa-dosa yang pernah kita lakukan
Karena sakit rasanya tidak bisa hidup bersamamu
Karena sakit rasanya mengenang masa-masa indah bersamamu
Bidadariku….
Sakit mengenang masa-masa bersamamu
Lebih sakit daripada seribu satu sayatan pedang ditubuhku
Sakit tak bisa hidup bersamamu
Lebih sakit daripada tubuhku lumpuh sekalipun
Ketika surat ini kutulis
Ku tak mampu lagi menahan air mata ini
Seribu satu kenangan bersamamu
Seolah menjadi tikaman pisau yang bertubi-tubi
Menusuk tubuhku
Bidadariku….
Maafkanku yang telah membuatmu menangis
Ku tahu ini menyakitkan
Tapi kita harus mengakhiri semuanya
Kita harus mengakhiri kebohongan-kebohongan ini
Kita harus mengakhiri kemunafikan kita
Kita harus mengakhiri dosa-dosa yang telah kita perbuat
Selagi nafas masih berhembus
Sungguh benar firman Alloh Ta’ala
Sungguh benar sabda Rosululloh SAW
Yang mengingatkan manusia untuk menjauhi zina
Sungguh terlaknat Syaitan yang terkutuk
Bidadariku…
Semoga Alloh Ta’ala masih mau mengampuni kita
Semoga Alloh Ta’ala masih mau membimbing kita
Menuju jalannya yang lurus
Bidadariku….
Inilah tangis yang selama ini kurasakan
Inilah sakit yang ingin aku utarakan kepadamu
Ku yakin engkaupun mengalaminya
Surat ini kubuat
Sebagai akhir dari hubungan kita
Hubungan tak berstatus yang selama ini kita lakukan
Semoga hati kita mampu menerimanya
Bidadariku…
Selamat menempuh hidup baru
Semoga kemuliaan islam selalu bersamamu
Semoga Ridho Alloh selalu mengiringi perjalanan hidupmu
Jika ada lelaki sholeh yang melamarmu
Terimalah……..
Dan semoga bisa menggantikanku
Dan melupakan semua kenangan bersamaku
Bidadariku…………………………..
Maafkanku yang telah membuatmu menangis…………….
Tapi tangis ini adalah tangis kebahagiaan
Sebagai seorang muslim sejati…..
Yang rindu akan Ridho Ilahi.
Wassalamualykum….
Ditulis dalam Cinta&Kasih | Bertanda Cinta | 2 Komentar »
Malam begitu dingin dan sepi, hujan telah mematikan sebagian aktivitas manusia penghuni komplek perumahan yang ku tinggali ini. Jalanan basah bahkan sebagian penuh dengan air hujan yang tak mampu terserap oleh kerasnya aspal jalan. Angin bertiup cukup kencang sementara petir dan kilat menyambar tingginya pepohonan.
Motor shogun warna hijau ku gas kencang-kencang, berharap cepat sampai rumah karena suasana sangat tidak nyaman untuk berlama-lama di jalanan. Lika – liku jalan di komplek ku telusuri, kadang menengok ke kanan kiri sambil mengamati rumah-rumah yang sepi dan seolah tak ada aktivitas penghuninya. Satu dua mobil dan motor berpapasan, sorot lampunya ikut mewarnai percikan air yang tergenang serta menyinari rintik-rintik air hujan yang diibaratkan seperti uluran benang-benang sutra.
Tibalah aku di perempatan jalan di depan hotel Patra Darma, tikungannya tukup tajam hingga ku harus menurunkan kecepatan motor yang ku kendarai. Sementara lima puluh meter di depanku polisi tidur yang cukup tinggi memaksaku menurunkan kecepatan motorku hingga cukup pelan. Ketika laju motorku cukup palan melaju, didepanku berlawanan arah denganku tampak seorang laki – laki memikul dua gerobak yang cukup besar. Dibawah remang – remang lampu jalanan dan di bawah rintik – rintik hujan yang mulai reda laki – laki itu memikul gerobaknya yang tampak cukup berat. Sedangkan angina bertiup semakin kencang, seolah menahan gerak langkah kaki lelaki itu.
Yah dialah penjual gorengan yang biasa berjualan disekitar komplekku, orangya cukup tua, tak tahu sudah berkeluarga atau belum. Akan tetapi dari usianya sudah selayaknya di mempunyai beberapa orang anak yang berusia sekitas lima belas tahunan.
Subhanalloh..ternyata Engkau masih sayang kepadaku duhai Tuhanku…Engkau mengingatkanku akan makna syukur yang sesungguhnya. Ternyata begitu banyak manusia lalai dari bersyukur ketika kekayaan menghampirinya. Ketika pintu – pintu rizki mulai Alloh Ta’ala bukakan kepadanya maka ia akan lupa bahwa semua itu hanyalah titipan Alloh Ta’ala, dan semua itu ia peroleh bukan semata – mata usahanya, akan tetapi karena karunia Alloh Ta’ala.
Ya Alloh, hambamu ini dilahirkan tanpa membawa apapun, Karena KaruniaMulah kini hamba bias menikmati nikmatny dunia. Berhiaskan pakaian yang indah dan rizki makanan dan buah – buahan yang berlimpah. Bisa menikmati kemudahan – kemudahan di dunia seperti mobil dan pesawat terbang.
Ya Alloh, hamba tahu di luar sana banyak sekali saudara – saudara hamba yang belum pernah merasakan semua itu. Makan ala kadarnya, bahkan kadang tidak makan karena tidak ada yang ia makan. Apalagi ranumnya buah-buahan yang tertanam di Bumi – MU ya Alloh. Dan tidak semua orang bisa merasakan nikmatnya berkendaraan dan naik pesawat terbang dimana hamba mampu melihat keagungan penciptaan-MU berupa pulau – pulau dan lautan luas yang Engkau ciptakan.
Seorang penjual gorengan, belum tentu sore itu mendapatkan hasil yang cukup untuk menghidupi keluarganya. Apalagi cuaca sangat tidak mendukung, karena jarang manusia yang keluar ketika hujan begitu lebat dan petir serta angina berhembus cukup kencang. Akan tetapi, semangatnya untuk menjempu rizkimu begitu besar. Berbeda dengan diriku yang malas – malasan akan tetapi mungkin secara hitung – hitungan mendapat penghasilan yang jauh lebih besar ketimbang penjual gorengan tersebut.
Begitu banyak manusia lalai ketika rizki Alloh Ta’ala bukakan kepadanya. Ia lalai untuk bersyukur, bahkan ia tak tahu bagaimana seharusnya bersyukur. Harta yang ia dapatkan ia gunakan untuk mencari kesenangan / kebahagiaan yang semu. Ia gunakan untuk hura – hura ke Mall, karaoke, menonton film bahkan untuk sesuatu yang Alloh Ta’ala Murkai, seperti berzina dan minuman keras naudzubillah.
Padahal kebahagian sesungguhnya adalah ketika islam ada dalam hatimu, engkau tak perlu lagi semua harta berlimpah itu. Karena semua hartamu akan dipertanggung jawabkan di hadapan Alloh Ta’ala. Seorang beriman akan takut ketika pintu – pintu rizki dibukakan kepadanya, karena ia khawatir jika ia akan tergelincir dengan harta itu. Seorang beriman akan mengambil cukup untuk keperluannya saja sedangkan selebihnya ia nafkahkan di jalan Alloh Ta’ala.
Ditulis dalam Hikmah Dalam Hidup | Leave a Comment »
Ketika matahari mulai keluar dari ufuk timur
Ketika embun pagi mulai menetes berjatuhan ke tanah
Ketika mata-mata mulai terbuka
Dan ketika pagi telah datang
Tak semua manusia mengerti
Tak semua mahluk hidup memahami
Tentang arti kedatangannya
Pagi demi pagi berlalu
Tak berkesan dan tak membekas dalam dirinya
Padahal umurnya berkurang sehari demi sehari
Walau usianya bertambah
Tapi hakekatnya ajal semakin dekat dengannya
Pagi yang indah
Pagi yang menawarkan sejuta keagungan Sang Pencipta
Pagi dimana bunga-bunga menyebarkan aroma mewanginya
Pagi yang dedaunan tampak hijau dan segar
Dan Pagi dimana kita mulai melangkahkan kaki kita
Duhai Robb yang Maha Indah
Engkau begitu sempurna menciptakan pagi
Berhiaskan senyuman kaki-kaki melangkah
Berhiaskan kilauan embun-embun pagi
Berhiaskan wangi aroma bebunga
Duhai manusia
Beruntunglah jika engkau masih melihat pagi
Karena berarti engkau masih hidup
Dan engkau masih terbangun
Tidak tidur selama-lamanya
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »